17 July 2015
19 May 2015
Travel-Shaming?
Pernah menyesali sebuah perjalanan gara-gara komentar tak enak dari orang lain?
"Kok gak masuk sih ke Museum Louvre? Belum sah tuh ke Paris-nya"
"Tanggung amat, masak ke Eropa gak ke banyak negara sekaligus?"
"Gak seru banget jalan sendirian, foto-fotonya dikit dong"
"Kok gak masuk sih ke Museum Louvre? Belum sah tuh ke Paris-nya"
"Tanggung amat, masak ke Eropa gak ke banyak negara sekaligus?"
"Gak seru banget jalan sendirian, foto-fotonya dikit dong"
Eh?
Jujur saja, saya kagum dengan banyak dan beragamnya komentar ajaib sejenis ini di luar sana.
"Bukannya [nama negara/kota] biasa aja ya? Gak menarik kayaknya"
"Rugi banget belanjanya gak di [nama pasar super jauh]. Terkenal murah tuh!"
"Ngapain pake tour organizer segala, urus sendiri dong kayak [nama travel writer kondang]"
"Bukannya [nama negara/kota] biasa aja ya? Gak menarik kayaknya"
"Rugi banget belanjanya gak di [nama pasar super jauh]. Terkenal murah tuh!"
"Ngapain pake tour organizer segala, urus sendiri dong kayak [nama travel writer kondang]"
Tuh kan.....
15 February 2015
Wisata Tenis: Bertemu Maria & Serena di Singapura
| #Singaporetrip - Oktober 2014 |
Maria. Serena. Simona. Ana. Agnieszka. Petra. Caroline. Eugenie.
Kamu pilih siapa?
Kalau saya, saya pilih semua!
![]() |
Go Maria! Go Agi! |
23 December 2014
One Fine Day at Versailles
| Bagian 6 #Eurotrip, Maret 2014 |
Siang itu, King Louis XIV langsung menyambut di halaman Istana Versailles. Bisa ditebak, saya dan pengunjung lain punya pikiran sama: foto bareng! Setelah jeprat-jepret sang Raja, akhirnya saya urungkan niat foto bareng. Nanti saja kalau persaingan sudah mereda..
Untungnya King Louis tak protes dikerubungi turis. Ia tetap duduk gagah di atas kudanya, menjulang tinggi bermandikan sinar matahari.
30 August 2014
Awal Sebuah Perubahan: Mimpi dan Harapan
Katanya, kalau ada satu hal dalam hidup yang sifatnya
pasti, maka perubahan adalah jawabnya. Selain tak terhindarkan, perubahan dalam
hidup juga berlangsung terus-menerus. Harapannya? Kita menjadi orang yang
sedikit lebih baik karenanya.
Semoga saja.
Malam ini, harapan itu membuncah. Ya, entah mengapa hari ulang tahun kini kerap
diiringi kecemasan bahwa setahun telah berlalu tanpa perubahan berarti. Ah, pertambahan
umur kenapa harus jadi sesuram ini?
“Duh, kayaknya gue masih sama aja deh kayak dulu…gak ada yang berubah.”
“Duh, kayaknya gue masih sama aja deh kayak dulu…gak ada yang berubah.”
Kalimat itu terus mengusik sepanjang hari. Andaikan pertambahan
materi menjadi indikator perubahan menuju kebaikan, maka lebih baik saya
duduk di pojokan meratapi waktu yang telah terbuang.