Pernah menyesali sebuah perjalanan gara-gara komentar tak enak dari orang lain?
"Kok gak masuk sih ke Museum Louvre? Belum sah tuh ke Paris-nya"
"Tanggung amat, masak ke Eropa gak ke banyak negara sekaligus?"
"Gak seru banget jalan sendirian, foto-fotonya dikit dong"
"Kok gak masuk sih ke Museum Louvre? Belum sah tuh ke Paris-nya"
"Tanggung amat, masak ke Eropa gak ke banyak negara sekaligus?"
"Gak seru banget jalan sendirian, foto-fotonya dikit dong"
Eh?
Jujur saja, saya kagum dengan banyak dan beragamnya komentar ajaib sejenis ini di luar sana.
"Bukannya [nama negara/kota] biasa aja ya? Gak menarik kayaknya"
"Rugi banget belanjanya gak di [nama pasar super jauh]. Terkenal murah tuh!"
"Ngapain pake tour organizer segala, urus sendiri dong kayak [nama travel writer kondang]"
"Bukannya [nama negara/kota] biasa aja ya? Gak menarik kayaknya"
"Rugi banget belanjanya gak di [nama pasar super jauh]. Terkenal murah tuh!"
"Ngapain pake tour organizer segala, urus sendiri dong kayak [nama travel writer kondang]"
Tuh kan.....